Kabar Irwan ( Slawi )
Upaya mencegah banjir di sepanjang DAS Kali Jembangan, dari Desa Ujungrusi sampai Tembok Kidul terus dikebut. Salah satunya lewat proyek normalisasi sungai dengan mengeruk endapan lumpur yang menyumbat aliran air.
Total panjang sungai yang dinormalisasi mencapai 2.338 meter dan dikerjakan dalam tiga seksi, plus satu seksi tambahan. Proyek ini merupakan bagian dari rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Gung yang digarap oleh BBWS Pemali Juana, Kementerian PUPR.
Baca Juga : https://kabarirwan.blogspot.com/2025/11/kegagalan-program-desa-faktor-penyebab.html
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Tegal, Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Rahardjo, mengatakan normalisasi ini penting untuk mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun menghantui warga sekitar Kali Jembangan.
Pengerjaan berlangsung selama 40 hari, dari 18 Oktober sampai 26 November 2025. Hasilnya, sekitar 16.565 meter kubik lumpur bercampur sampah berhasil diangkat. Mayoritas pengerjaan memakai alat berat, sedangkan sekitar 2.283 meter kubik sisanya harus diangkut manual karena medan tidak memungkinkan.
Dari pihak kontraktor, PT Minarta Dahutama, Suparno menjelaskan bahwa panjang awal pengerukan hanya 1.978 meter. Rinciannya:
-
Seksi 1 di Desa Tembok Kidul – Tembok Lor sepanjang 979,69 meter
-
Seksi 2 dari Tembok Lor sampai Tembok Banjaran hingga rel kereta sepanjang 583,07 meter
-
Seksi 3 dari jembatan SMIK Ujungrusi sampai jalan tol sepanjang 416,12 meter
Namun, setelah melihat kondisi lapangan, ditambah lagi 400 meter karena area tersebut juga rawan banjir.
Ketua BPD Ujungrusi, Suhato, mengakui banjir sering melanda daerahnya, terutama di area jembatan bawah tol. Menurutnya, selain sedimentasi, kebiasaan warga yang masih membuang sampah ke sungai memperparah kondisi.
“Kami sangat berterima kasih, meski pengerjaannya belum maksimal, tapi ini sudah membantu banyak,” ujarnya.
Hal senada juga dirasakan Nurul (49), warga Tembok Banjaran yang rumahnya tepat di pinggir sungai. Ia mengaku banjir bisa masuk ke rumah hingga setinggi pinggang dan terjadi bisa tiga kali dalam setahun.
Meski warga sekitar sudah sadar tidak buang sampah sembarangan, ia berharap masyarakat di bagian hulu juga ikut menjaga sungai. “Yang kena imbasnya kami yang tinggal dekat sungai,” keluhnya.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman bersama wakilnya, Ahmad Kholid, sempat turun langsung meninjau proyek yang menelan anggaran sekitar Rp286 juta ini pada 7 November lalu. Ischak menuturkan sudah lebih dari lima tahun Kali Jembangan tidak dinormalisasi, hingga endapan sedalam dua meter menghambat aliran air dan menyebabkan banjir saat hujan datang.
Baca Juga : https://kabarirwan.blogspot.com/2025/11/warga-tanam-pohon-pisang-di-jalan-rusak.html
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat. Karena kalau lewat APBD kabupaten, belum tentu bisa dikerjakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke sungai. “Kalau sungai kita jaga bersama, manfaatnya kembali ke kita semua,” pungkasnya. ( *** )


Posting Komentar
0Komentar