Kabar Irwan ( Slawi )
Menurut keterangan warga setempat, tindakan menanam pohon pisang dilakukan untuk memberi tanda bahaya bagi pengendara agar tidak terperosok ke lubang jalan yang tertutup air. Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus peringatan bahwa masalah infrastruktur tersebut tidak bisa lagi diabaikan.
Aksi spontanitas tersebut dilakukan warga pada Kamis, 27 November 2025, tepat di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan parah. Lubang-lubang besar yang tergenang air membuat jalur penghubung Tarub–Kramat–Suradadi semakin berbahaya bagi pengguna jalan, terutama bagi kendaraan roda dua.
Baca Juga : https://kabarirwan.blogspot.com/2025/11/analisis-anggaran-pendidikan-kabupaten.html
Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait, namun penanganan yang diharapkan belum kunjung terealisasi. Situasi ini membuat masyarakat terpaksa mengambil langkah simbolik dengan menanam pohon pisang sebagai tanda bahwa jalur tersebut sudah tidak layak dilewati.
Tokoh masyarakat, Yon Karyono, mengatakan bahwa aksi itu muncul dari rasa frustasi warga yang setiap hari bergantung pada akses jalan tersebut. Menurutnya, kerusakan semakin meluas dan membahayakan, namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaikinya.
“Warga sudah capek. Jalan rusak ini membahayakan, apalagi malam hari. Kalau tidak segera diperbaiki, kami akan melakukan aksi lebih besar,” ujar Yon.
Ia menambahkan bahwa warga berencana melakukan aksi penutupan total akses jalan tembus Tarub–Kramat–Suradadi pada hari Minggu apabila tidak ada respons resmi dari pemerintah Kabupaten Tegal. Rencana ini menjadi bentuk tekanan agar pemerintah segera merespons keluhan warga yang sudah cukup lama.
Baca Juga : https://kabarirwan.blogspot.com/2025/11/rachelfebi-juara-australia-open-2025.html
Masyarakat berharap Bupati Tegal, H. Ishack, dapat turun langsung untuk meninjau lokasi dan memberikan solusi konkret. Mereka menilai bahwa keterlibatan langsung kepala daerah sangat penting untuk mendorong percepatan penanganan infrastruktur jalan tersebut.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mengganggu kepentingan umum, namun aksi ini dilakukan demi keselamatan dan kepastian perbaikan jalan. Mereka berharap masalah ini segera menjadi prioritas agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan dengan normal. ( *** )


Posting Komentar
0Komentar